Patah Kemudi di Kepulauan Aru, 5 Nelayan Berhasil Diselamatkan Tim SAR
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi lima nelayan yang terombang-ambing di Perairan Pulau Wasir, Kepulauan Aru, Maluku, akibat kapal mengalami patah as kemudi.
ambon – Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan sebuah kapal nelayan berpenumpang lima orang yang dilaporkan mengalami patah kemudi di Perairan Pulau Wasir, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Sebelum dievakuasi, kapal tersebut sempat terombang-ambing di lautan.
"Sebuah kapal nelayan berpenumpang lima orang berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan usai kapal yang mereka tumpangi mengalami patah pada as kemudi," kata koordinator Unit Siaga SAR Dobo, Glenn Tehupuring dalam rilis yang diterima di Ambon, Rabu (27/5/2026) malam.
Kelima nelayan tersebut berhasil dievakuasi oleh Basarnas bersama Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat pada pukul 14.05 WIT di sekitar Perairan Kepulauan Aru, tepatnya di kawasan Perairan Pulau Wasir.
Menurut Glenn, setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, seluruh korban langsung dibawa menuju Kota Dobo untuk diserahkan kembali kepada pihak keluarga mereka.
Berdasarkan keterangan dari Koordinator Unit Siaga SAR Dobo, laporan mengenai kondisi membahayakan jiwa manusia ini pertama kali diterima pihak SAR sekitar pukul 11.03 WIT. Informasi tersebut datang dari seorang warga bernama Arul yang menghubungi petugas untuk meminta bantuan evakuasi bagi kapal tersebut.
Kapal nahas itu dilaporkan mengalami patah as kemudi sejak pagi hari sekitar pukul 06.41 WIT di Perairan Pulau Wasir hingga menyebabkan kapal kehilangan kendali dan terombang-ambing.
Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian yang berada di koordinat $5^\circ34'7.77''\text{S} - 134^\circ16'5.18''\text{E}$. Pada pukul 14.05 WIT, kapal nelayan tersebut berhasil ditemukan dan seluruh korban segera dievakuasi menuju Kota Dobo.
Adapun identitas kelima korban yang berhasil diselamatkan dalam operasi ini adalah Vincent Benamem (35), Natal Rumahuru (32), Belsai Laelaem (22), Dani Banamem (22), dan Ceker Banamem (19).
Operasi penyelamatan yang berlangsung hari ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain Basarnas Unit Siaga SAR Dobo, Polairud Polres Aru, Lanal Aru, serta BPBD Kepulauan Aru. Dalam operasinya, tim memanfaatkan sejumlah peralatan penyelamatan taktis seperti Rigid Inflatable Boat (RIB) dan Rescue Car. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

